Ternyata Kepintaran Adalah Ujian dari Allah SWT


Allah SWT banyak memberikan kita nikmat, sehingga jikalau kita hitung jumlahnya maka kita tidak akan mampu untuk menghitungnya.

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. An-Nahl : 18)

Di antara nikmat Allah SWT yang begitu banyaknya ialah nikmat ilmu dan kepintaran. Itu bukan sekedar nikmat, tetapi juga sebagai ujian.

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. (Q.S. Az-Zumar : 49)

Kenapa dijadikan sebagai ujian? Karena Allah SWT ingin memberi kita ujian, apakah dengan ilmu dan kepintaran itu kita bersyukur dan memanfaatkannya dengan baik ataukah malah sebaliknya.

Jadi mari kita menjadi hamba-hamba Allah yang bersyukur dan senantiasa taat kepada-Nya


Semoga bermanfaat.

Gunung Pun Ikut Bertasbih Bersama Nabi Dawud AS


Nabi Dawud AS adalah ayah dari Nabi Sulaiman AS, beliau diutus kepada Bani Israil. Nabi Dawud AS adalah Nabi yang menerima Kitab Zabur.

… dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (Q.S. Al-Israa’ : 55)

Allah SWT memberikan banyak mukjizat kepada Nabi Dawud AS, di antaranya adalah gunung-gunung dan burung-burung yang bertasbih bersama Nabi Dawus AS.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (Q.S. Saba’ : 10)

Bahkan gunung-gunung bertasbih bersama Nabi Dawud AS ketika petang dan pagi.

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, (Q.S. Shaad : 18)

Masya Allah, gunung saja ikut bertasbih bersama Nabi Dawud AS. Lantas mengapa kita tidak bertasbih kepada Allah SWT? Apakah kita kalah dari benda mati seperti gunung dalam hal bertasbih dan beribadah? Mari kita renungi ini saudaraku.


Semoga bermanfaat.

Ketika Manusia di Padang Mahsyar


Manusia harus melalui banyak proses di dalam kehidupannya, misalnya mulai dari kandungan lalu ke alam dunia lalu kea lam barzakh dan pada akhirnya ke Padang Mahsyar. Padang Mahsyar ialah tempat berkumpulnya manusia untuk menerima balasan dari apa-apa yang telah ia kerjakan ketika hidup di dunia.

Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. (Q.S. Yunus : 30)

Kita akan dihadapkan kepada Allah SWT

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (Q.S. Ibrahim : 48)

Dan saat itu semua amalan kita akan kita pertanggung jawabkan

Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. (Q.S. Al-Mu’min : 32)

Maka dari itu, mari kita persiapkan diri kita untuk menghadap Allah SWT suatu saat nanti, karena itu adalah sebuah kepastian.

dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi. (Q.S. Adz-Dzaariyaat : 6)


Semoga bermanfaat.

Segala Perbuatan Kita Adalah Untuk Kita Sendiri


Di dalam hidup ini ada perbuatan baik dan ada perbuatan buruk, Allah SWT menjelaskan di dalam Kitab-Nya bahwasannya segala amal yang kita lakukan baik itu amal yang baik dan amal buruk itu kembali lagi kepada kita. Artinya ketika kita mengerjakan kebaikan, kebaikan itu adalah untuk kita, dan jika kita mengerjakan kejahatan maka kejahatan itu akan menimpa kita sendiri.

Allah SWT berfirman :

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. (Q.S. Al-Jaatsiyah : 15)

Jadi kalau kita mengerjakan kebaikan maka pahalanya adalah untuk kita sendiri, begitu pula sebaliknya

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya. (Q.S. Fushshilat : 46)

Maka dari itu hendaklah kita memperbanyak amal kebaikan, dan mengurangi bahkan tidak mengerjakan amal keburukan. Karena semuanya itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana.

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (Q.S. Al-Muddatstir : 38)


Semoga bermanfaat.

Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Kita


Ketika kita menjalani hidup dan kehidupan, kita harus memiliki pelindung dan penolong agar kita selalu merasa aman dan tenteram. Di Al-Quran, Allah SWT menerangkan bahwasannya cukuplah Dia yang menjadi pelindung dan penolong kita.

Dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu). (Q.S. An-Nisaa’ : 45)

Karena apa? Karena Dia memang Maha Kuasa dan tidak ada yang bisa menandinginya

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, (Q.S. Al-Mulk : 1)

Maka dari itu jangan kita mengambil pelindung dan penolong selain Allah, karena memang Dialah yang sebenar-benarnya Pelindung dan Penolong kita

Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah. (Q.S. At-Taubah : 116)

Jangan kita jadikan pelindung kita syetan agar kita terhindar dari suatu kerugian yang besar

….. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (Q.S. An-Nisaa’ : 119)


Semoga kajian singkat ini bermanfaat.

Siapa Itu Teman Yang Paling Buruk Menurut Al-Quran


Di dunia ini, ada teman yang baik dan ada juga teman yang tidak baik. Teman yang baik adalah teman yang menyuruh kita berbuat baik, membantu kita, dan menuntun kita ke jalan yang benar. Tetapi ada juga teman yang baik atau teman yang buruk yaitu teman yang menyuruh kita berbuat buruk, membisikkan hal yang tidak baik, dan menuntun kita ke jalan yang salah. Di Al-Quran Allah SWT menyebut siapa itu teman yang paling buruk.

Allah SWT berfirman :

…. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya. (Q.S. An-Nisaa’ : 38)

Jadi seburuk-buruk teman ialah syetan, maka dari itu Allah SWT menjelaskan kepada kita bahwasannya jangan sekali-kali kita mengikuti  syaitan karena dia itu hanya ingin menyesatkan kita dan menjadi temannya di neraka dengan cara menyuruh kita berbuat keji dan mungkar

Allah SWT berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar…. (Q.S. An-Nuur : 21)

Jelas saja syetan itu teman yang paling buruk, karena dialah musuh kita

….. dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Al-An’aam : 142)

Mari kita menghindari godaan-godaan syetan yang hanya ingin menggoda dan menyesatkan kita.


Semoga bermanfaat.

Allah SWT Menyuruh Kita Untuk Mendekatkan Diri Kepada-Nya


Allah SWT adalah Tuhan kita semua, meskipun ada manusia yang ingkar kepada-Nya tetapi tetap Dialah Tuhan kita, Tuhan yang telah menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita.

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (Q.S. Al-Baqarah : 21)

Di dalam Al-Quran, Allah SWT menyuruh kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Q.S. Al-Maa’idah : 35)

Mendekatkan diri kepada Allah SWT itu memiliki banyak jalan dan cara, beberapa contohnya adalah dengan mendirikan sholat

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Q.S. Thaahaa : 14)

Cara lainnya adalah dengan memperbanyak mengingat Allah SWT, baik di waktu sempit ataupun di waktu senang

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. Ar-Ra’d : 28)

Cara yang lainnya adalah bersedekah, memberi makan anak yatim ataupun yang lain-lain yang terpenting menafkahkan harta kita di jalan Allah SWT

….Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah).... (Q.S. At-Taubah : 99)

Jadi mari kita senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan kita, yaitu Allah SWT karena dengan mendekatkan diri kepada-Nya kita bisa hidup tenang, tenteram, selalu dilimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, dimudahkan atas segala urusan, dan senantiasa berada dalam perlindungan-Nya.


Semoga bermanfaat.

Beginilah Cara Berlaku Adil Yang Diajarkan Allah SWT


Di dalam hidup ini, kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk berlaku adil terhadap apapun dan kepada siapapun.

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Q.S. An-Nahl : 90)

Keadilan adalah suatu perbuatan yang baik dan itu adalah kewajiban kita semua sebagai manusia untuk berbuat adil. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Adil dan menyukai orang-orang yang berbuat adil

… dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. (Q.S. Al-Hujuraat : 9)

Di dalam Al-Quran, Allah SWT mengajarkan kepada kita bagaimana cara berbuat adil dan menjadi penegak keadilan yang benar. Sebagaimana firman-Nya :

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (Q.S. An-Nisaa’ : 135)

Di ayat tersebut Allah SWT mengajarkan bahwasannya keadilan harus ditegakkan seadil-adilnya, tidak perduli dia itu saudara ataupun karib kerabat dan tidak perduli dia itu kaya atau miskin. Dan dalam berbuat keadilan kita tidak boleh mengikuti hawa nafsu yang membuat kita menyimpang dari kebenaran. Dan di akhir ayat Allah SWT menjelaskan bahwa Dia mengetahui tentang keadilan yang kita buat itu tentang adil atau tidaknya, karena Dialah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.


Semoga bermanfaat.

Allah SWT Melarang Kita Iri Hati


Banyak di antara manusia yang sepele dengan iri hati, tetapi iri hati ini dapat menimbulkan banyak efek dan dampak yang buruk. Misalnya karena seseorang iri hati, dia bisa bertengkar dengan temannya bahkan yang paling parah sampai diancam dan dibunuh. Maka dari itu mari kita renungi ayat ini untuk kebaikan kita bersama :

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. An-Nisaa’ : 32)

Di ayat di atas Allah SWT melarang kita untuk iri hati, karena iri hati itu adalah perbuatan yang tidak baik, perbuatan yang menimbulkan dampak buruk, perbuatan yang tercela dan syetan menginginkan kita saling dengki satu sama lain. Makanya, kita harus bersiap siaga dan berhati-hati terhadap godaan syetan yang ingin menyesatkan kita dan menjatuhkan kita terhadap perbuatan dosa, ingatlah satu hal saja bahwa perbuatan buruk itu berawal dari godaan syetan, dan syetan menginginkan kita menjadi temannya di neraka, jadi jangan pernah kita turuti godaannya. Terlebih lagi dia hanya ingin membangkitkan angan-angan kepada diri kita, dengan kata lain ucapannya itu adalah tipu dayanya untuk menyesatkan kita.

Allah SWT berfirman :

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (Q.S. An-Nisaa’ : 120)

Mari kita hindari perbuatan dengki, dan  perbanyak istighfar dan bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya.


Semoga bermanfaat.

Pengajaran Berharga dari Allah SWT


Di dalam Al-Quran, begitu banyak pelajaran dan pengajaran yang kita dapati. Karena Allah SWT juga mudahkan Al-Quran itu agar kita mengambil pelajaran darinya.

Allah SWT berfirman :

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Q.S. Al-Qamar : 22)

Beberapa pengajaran yang begitu berharga diajarkan Allah SWT di Al-Quran, di antaranya adalah :

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Q.S. An-Nahl : 90)

Di ayat tersebut Allah SWT memberikan kita pengajaran yaitu :

1. Menyuruh kita berlaku adil
2. Menyuruh kita berbuat kebajikan
3. Saling memberi kepada kerabat
4. Melarang kita berbuat keji, mungkar dan permusuhan

Suatu pengajaran yang luar biasa hanya dari satu ayat. Bagaimana jikalau kita mentaati semua perintah yang terdapat di Al-Quran? Pasti kita sudah mendapat pengajaran lebih dari 6000 ayat. Maha Suci Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.

Semoga bermanfaat.


Ini Dia Rahasia Agar Hati Kita Tenteram


Di hidup ini kita menghadapi banyak masalah kehidupan, dan terkadang kita sulit untuk menemukan jalan keluar dari masalah itu. Tahukah anda jikalau Al-Quran memiliki solusi untuk itu. Al-Quran memiliki solusi agar hati kita tenteram dari berbagai masalah di hidup kita. Bagaimana solusinya? Yaitu dengan mengingat Allah SWT.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. Ar-Ra’d : 28)

Jadi, solusi pertama dan yang paling utama ketika kita mendapat banyak masalah ataupun ada sesuatu yang tidak bisa kita selesaikan, maka perbanyaklah mengingat Allah SWT. Lalu bagaimana caranya mengingat Allah SWT? Di antaranya adalah dengan melaksanakan sholat.

Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Q.S. Thaahaa : 14)

Kesimpulannya adalah jikalau kita sedang memiliki banyak masalah yang tidak bisa kita selesaikan, atau kita bingung bagaimana cara menyelesaikannya. Mari kita banyak-banyak mengingat Allah SWT, salah satunya dengan mendirikan sholat. Dan rasakanlah begitu nikmat dan tenteramnya kita ketika melaksanakan sholat bahkan juga ketika sehabis sholat.


Semoga bermanfaat.

Kamu Tidak Mengetahui Apa Yang Terjadi Esok Hari


Semua yang terjadi di langit dan di bumi ini adalah atas kehendak Allah SWT , tidak ada yang bisa mempengaruhi-Nya dalam segala kehendak dan keinginan dari Allah SWT. Apapun yang telah terjadi, yang sedang terjadi maupun yang akan terjadi itu sudah ada ketetapan dari Allah SWT, kita tidak tahu apa yang akan terjadi termasuk hari esok.

Allah SWT berfirman :

…Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok… (Q.S. Luqman : 34)

Kita sebagai hamba Allah SWT yang beriman, kita diwajibkan berusaha sebaik mungkin untuk hari esok sebagai bentuk ikhtiar kita kepada Allah SWT. Dan sisanya itu tergantung kehendak dari Allah SWT. Karena apa? Karena Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka sendiri tidak mau mencoba ataupun berusaha merubahnya.

…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q.S. Ar-Ra’d : 11)


Semoga kajian singkat ini bermanfaat.

Berbuat Baiklah, Niscaya Allah Akan Mencintaimu


Di dalam Al-Quran, begitu banyak kita jumpai perintah-perintah Allah SWT untuk menyuruh kita berbuat baik dan meninggalkan perbuatan buruk. Perbuatan baik itu bukan hanya sekedar sholat, puasa, sedekah, tetapi perbuatan baik itu juga bisa dalam tindakan yang begitu sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya ataupun menjaga lisan kita untuk tidak mengucapkan perkataan yang tidak baik dan menyakitkan orang lain. Allah SWT menjelaskan bahwasannya Dia itu mencintai dan menyukai orang-orang yang berbuat baik

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-Baqarah : 195)

Jadi jikalau kita ingin dicintai Allah SWT, maka berbuat baiklah meskipun sekecil apapun itu. Lantas kepada siapa saja kita berbuat baik? Di dalam Al-Quran, Allah SWT menyuruh kita berbuat baik kepada siapapun dan mendeskripsikannya lebih detail lagi

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (Q.S. An-Nisaa’ : 36)

Jadi mari kita berbuat baik, karena segala tindakan kita baik itu perbuatan baik dan buruk akan dibalas dengan setimpal oleh Allah SWT meskipun itu hanya sebesar dzarrah

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Q.S. Az-Zalzalah : 7-8)


Semoga bermanfaat.

Orang-Orang Beriman Akan Selalu Diselamatkan Allah SWT


Orang-orang beriman adalah orang-orang yang taat dan patuh kepada Allah SWT, mereka senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaaan mereka kepada Allah SWT. Begitu banyak keistimewaan orang-orang yang beriman di sisi Allah SWT. Di dalam Al-Quran, Allah SWT menjelaskan bahwasannya Dia akan selalu menyelamatkan orang-orang yang beriman.

Allah SWT berfirman :
Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (Q.S. Yunus : 103)

Jadi, sudah menjadi kewajiban Allah SWT untuk menyelamatkan orang-orang yang beriman. Alasannya sudah jelas, yaitu karena ketaatan dan kecintaan mereka yang begitu besar kepada Allah SWT

…Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah… (Q.S. Al-Baqarah : 165)

Allah SWT pun menjadi pelindung bagi orang-orang yang beriman

…dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Q.S. Ali ‘Imran : 68)

Maka dari itu marilah kita menjadi orang yang senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.


Semoga bermanfaat.

Fakta dan Keutamaan Angka Seratus di Al-Quran


Al-Quran adalah sumber ilmu dan pengetahuan terbesar di muka bumi ini, karena dia berasal dari Ilmu Allah SWT Sang Pemilik Ilmu Pengetahuan. Berbicara mengenai angka, di dalam Al-Quran Allah SWT tidak hanya menyebut angka satu, dua, tiga, ataupun sepuluh, tetapi Al-Quran juga menyebut tentang angka seratus. Lalu ada apa dengan angka seratus? Mari kita lihat selengkapnya.

1. Seratus tahun

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari." Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."  (Q.S. Al-Baqarah : 259)

2. Perumpamaan Seratus biji

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.  (Q.S. Al-Baqarah : 261)

3. Seratus orang yang sabar

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.  (Q.S. Al-Anfaal : 65-66)

4. Seratus dera

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nuur : 2)

Jadi begitulah fakta dan keutamaan angka seratus di Al-Quran.


Semoga bermanfaat.

Kebaikan dan Kejahatan Sekecil Apapun Akan Dibalas Oleh Allah SWT


Manusia diberi akal dan pikiran oleh Allah SWT agar kita bisa membedakan dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Maka dari itu kita harus selalu senantiasa berbuat baik dan tetap di jalan Allah SWT, karena apa? Karena kebaikan kita sekecil apapun akan dibalas oleh Allah SWT.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Q.S. Az-Zalzalah : 7)

Bukan hanya kebaikan, tetapi kejahatan kita sekecil apapun itu juga akan dibalas oleh Allah SWT

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Q.S. Az-Zalzalah : 8)

Dan Allah SWT adalah hakim yang paling adil, sehingga kita semua akan menerima balasan yang sesuai dengan amal dan perbuatan kita.

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (Q.S. At-Tiin : 8)

Jadi mari kita berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan sebagaimana perintah Allah SWT

…Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan… (Q.S. Al-Baqarah : 148)


Semoga bermanfaat.

Semua Orang Mati Akan Dibangkitkan oleh Allah SWT


Semua makhluk Allah SWT baik itu manusia, tumbuhan, hewan, jin, malaikat semuanya pada akhirnya akan mengalami kematian. Untuk manusia, Allah SWT akan membangkitkan kita semua dari kuburan kita

Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat. (Q.S. Al-Mu’minuun : 16)

Dan hal itu sangat mudah bagi Allah SWT

Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Q.S. At-Taghaabun : 7)

Lalu bagaimana kita setelah dibangkitkan oleh Allah SWT dari kubur kita?

Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. (Q.S. Al-Mujaadilah : 6)

Dan setelah kita dibangkitkan, selanjutnya hanya kepada Allah lah tempat kita kembali

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Q.S. Al-Mulk : 15)

Wahai teman-temanku semua, sudah berapa banyak amal dan persiapan yang telah engkau lakukan untuk menghadap Tuhanmu kelak?


Semoga bermanfaat.

Ini Dia Ciri-Ciri Orang Bertakwa Menurut Al-Quran


Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertakwa, kenapa karena orang-orang yang bertakwa itu patuh dan taat kepada Allah SWT. Apakah kita sudah termasuk orang-orang yang bertakwa itu? Mari kita lihat siapakah orang-orang yang bertakwa itu dan apa ciri-cirinya.

Allah SWT berfirman :

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (Q.S. Al-Baqarah : 3-4)

Jadi ciri-ciri orang yang bertakwa menurut Al-Quran adalah sebagai berikut.
1. Orang yang beriman kepada yang gaib
Seperti beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya dan Hari Kiamat

2. Orang yang mendirikan sholat
Jadi orang yang tidak rajin sholat bahkan sholatnya itu hanya kadang-kadang, maka dia tidak termasuk kepada orang-orang yang bertakwa

3. Orang yang menafkahkan sebagian rezeki yang diberikan Allah SWT
Seperti memberi makan orang fakir dan orang miskin

4. Orang yang beriman kepada Kitab-Kitab Allah SWT
Yaitu beriman kepada Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran

5. Orang yang meyakini adanya kehidupan akhirat
Yaitu mereka yang meyakini bahwa setelah mati akan ada kehidupan yang abadi, yaitu kehidupan akhirat.

Bagaimana saudaraku? Sudahkah kita tergolong orang-orang yang bertakwa? Semoga kita tergolong orang-orang yang bertakwa.


Semoga bermanfaat.

Engkau Akan Memikul Dosamu Sendiri


Kita diperintahkan Allah SWT untuk selalu taat dan patuh kepada-Nya, jangan sekali-kali melanggar perintah-Nya karena melanggarnya itu adalah perbuatan dosa. Perlu untuk diketahui, seseorang tidak akan memikul dosa saudaranya karena dosa seseorang akan dipikulnya sendiri, begitu pula dengan dosa saudaranya yang juga akan dipikul saudaranya sendiri.

(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, (Q.S. An-Najm : 38)

Jadi dosa seseorang tidak akan bisa dipikul oleh orang lain

Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (Q.S. Al-Israa’ : 15)

Maka dari itu jangan pernah kita mengurusi dosa orang lain, urus saja dosa diri kita sendiri. Perbaiki diri kita, tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dan selalu taat kepada-Nya.


Semoga bermanfaat.

Teladan Berdoa Nabi Zakariya AS Yang Begitu Indah


Nabi Zakariya AS adalah seorang Nabi yang diutus Allah SWT kepada Bani Israil. Nama beliau disebut 8 kali di Al-Quran dan beliau masih keturunan dari Nabi Sulaiman AS. Al-Quran memberikan kita pelajaran berharga tentang teladan do’a Nabi Zakariya AS yang begitu indah.

Berdo’a dengan suara yang lembut

yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (Q.S. Maryam : 3)

Nabi Zakariya AS sangat patuh dan taat kepada Allah SWT, bahkan ketika dia berdo’a pun dengan suara yang lembut karena begitu khusyu’nya

Lihatlah betapa indahnya do’a Nabi Zakariya AS dengan mengadukan kondisinya kepada Allah SWT dan tidak lupa memuji Allah SWT.

Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai." (Q.S. Maryam : 4-6)

Begitu indah bukan? Beliau berdo’a agar anaknya mewarisi sebagian keluarga Nabi Ya’qub AS, maksudnya agar dia memiliki ketakwaaan dan keteguhan iman seperti sebagian keluar Nabi Ya’qub AS. Dan tidak lupa dia meminta agar anaknya kelak adalah seorang yang diridhoi oleh Allah SWT.

Dan pada akhirnya Allah SWT pun mengabulkan do’a Nabi Zakariya AS dengan menganugerahkan seorang putera yaitu Nabi Yahya AS yang begitu sholih bahkan Allah SWT menjadikannya seorang nabi.

Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (Q.S. Maryam : 7)

Sebuah teladan yang begitu berharga untuk kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.


Semoga bermanfaat.

Allah SWT Menciptakan Segala Sesuatu Menurut Ukuran


Seluruh apa yang ada di langit dan di bumi ini adalah ciptaan Allah SWT, Dia adalah Pencipta seluruh jagad raya dunia ini. Allah SWT menciptakan segala sesuatu itu menurut ukuran dan takarannya. Artinya Allah SWT itu menciptakan sesuatu tidak asal buat saja, tetapi berdasarkan ukurannya dan tentu saja mengandung hikmah yang begitu besar.

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Q.S. Al-Qamar : 49)

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. (Q.S. Al-Hijr : 19)

Jadi semua itu sudah ada ukuran dan takarannya, bahkan air yang turun dari langit sudah ada ukuran yang telah ditetapkan oleh Allah SWT

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. (Q.S. Al-Mu’minuun : 18)

Rezeki semua makhluk Allah SWT pun telah ditetapkan-Nya

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syuura : 27)

Jadi segala sesuatu itu sudah diciptakan dan dirancang Allah SWT dengan ukuran yang begitu rapinya.

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya (Q.S. Al-Furqaan : 2)

Mari kita merenungi dan mensyukuri semua yang diciptakan Allah SWT, agar keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya semakin bertambah dan bertambah.


Semoga bermanfaat.

Sosok Malaikat Jibril AS di Al-Quran


Malaikat Jibril AS adalah malaikat yang paling banyak dibicarakan di Al-Quran. Beliau memiliki wajah dan bentuk yang indah. Beliau adalah sosok yang mengantarkan wahyu kepada Nabi-Nabi Allah SWT dan beliau juga pernah menemai Rasulullah SAW ketika Isra’ Mi’raj. Beliau pernah menampakkan dirinya dalam bentuk yang asli kepada Rasulullah SAW di Sidratil Muntaha.

Allah SWT berfirman :

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. (Q.S. An-Najm : 13-14)

Malaikat Jibril AS juga adalah sosok yang sangat kuat dan cerdas, sebagaimana firman-Nya :

yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. (Q.S. An-Najm : 5-6)

Di Al-Quran Allah SWT pernah menyebut Malaikat Jibril AS dengan sebutan “roh”

maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. (Q.S. Maryam : 17)

Malaikat Jibril AS juga memiliki nama lain yaitu Ar-Ruh Al-Amin dan Ruhul Qudus

dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 193)

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus… (Q.S. Al-Baqarah : 87)

Beliau adalah utusan Allah SWT yang mulia

sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), (Q.S. At-Takwiir : 19)

Demikianlah sosok penggambaran Malaikat Jibril AS di Al-Quran, tentu masih banyak lagi bagaimana Malaikat Jibril AS itu yang juga banyak dibahas di hadits-hadits Rasulullah SAW.


Semoga bermanfaat.

Ternyata Sok Tau Itu Dilarang Allah SWT


Terkadang kita menjumpai ada orang yang kalau ngomong ataupun berbicara itu asal saja alias sok tau, tanpa meneliti dan mengetahui apa yang dibicarakannya itu benar atau tidak. Padahal sok tau itu dilarang keras oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. Al-Israa’ : 36)

Di ayat di atas Allah SWT dengan jelasnya menjelaskan bahwa kita dilarang untuk berbicara ataupun bertindak tanpa pengetahuan, dengan kata lain kita dilarang untuk sok tau. Karena apa? Karena semua yang kita lakukan akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.

Maka dari itu, marilah kita bertindak ataupun berbicara sebaiknya dengan ilmu dan pengetahuan, bukan seenaknya saja. Atau kalau kita tidak bisa berbicara dengan ilmu maka lebih baik kita diam dan menjawab “tidak tahu” atau “kurang tahu”.


Semoga bermanfaat.

Ingatlah, Di Sampingmu Ada Malaikat Yang Mencatat Semua Perbuatanmu


Allah SWT memiliki para malaikat yang patuh dan taat kepada-Nya, mereka tidak pernah ingkar dan membantah Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya :

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At-Tahrim : 6)

Para Malaikat Allah SWT memiliki jumlah yang begitu banyak sehingga tidak ada yang tahu berapa jumlahnya kecuali hanya Allah SWT. Para malaikat-malaikat Allah SWT memiliki beberapa tugas masing-masing, ada yang menyampaikan wahyu, ada yang mencabut nyawa makhluk Allah SWT, ada yang bertugas menyiksa manusia di neraka, dan masih banyak yang lainnya. Allah SWT juga memiliki malaikat-malaikat yang diberi tugas mengawasi perbuatan dan ucapan manusia.

Allah SWT berfirman :
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S. Qaaf : 18)

Jadi semua tindakan, perbuatan bahkan ucapan kita itu semua dicatat oleh malaikat. Kemudian catatan itu nantinya akan diserahkan kepada Allah SWT, dan pada Hari Pembalasan nanti Allah SWT akan membalas semua tindakan yang kita lakukan.

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), (Q.S. Al-Infithaar : 10)

Maka dari itu, berhati-hatilah dalam berbuat dan bertindak karena Allah SWT mengawasi setiap yang kita lakukan

sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (Q.S. Al-Fajr : 14)


Semoga bermanfaat.

Guruh Pun Bertasbih Memuji Allah SWT


Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi ini adalah milik dan ciptaan Allah SWT. Sudah sewajarnya dan sepantasnyalah segala yang ada di langit dan di bumi ini bertasbih memuji Allah SWT karena takut kepada-Nya.

Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Hadiid : 1)

Bahkan guruh pun ikut bertasbih memuji Allah SWT dengan caranya sendiri.

Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya. (Q.S. Ar-Ra’d : 13)

Guruh dan para malaikat Allah SWT saja bertasbih memuji kebesaran dan keagungan Allah SWT, mengapa kita tidak? Kita sebagai ciptaan terbaiknya seharusnya lebih banyak lagi bertasbih memuji-Nya, sebagai bentuk rasa syukur kita dan kepatuhan kita kepada Allah SWT.


Semoga kajian singkat ini bermanfaat.

Ayat-Ayat Tentang Kun Fayakun di Al-Quran


Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Kuasa, Dia tidak seperti manusia ataupun makhluk lainnya yang mana ketika menginginkan sesuatu Allah SWT hanya perlu mengatakan “Kun Fayakun” yang berarti “Jadilah, maka jadilah ia”. Di dalam Al-Quran Allah SWT menggunakan kata itu untuk membuktikan bahwa segala sesuatu itu mudah bagi-Nya dan membuktikan bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Berikut adalah ayat-ayat tentang Kun Fayakun dan penjelasannya di Al-Quran.

1. Untuk menetapkan sesuatu, Allah SWT hanya perlu mengatakan Kun Fayakun

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (Q.S. Maryam : 35)

Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (Q.S. Al-Mu’min : 68)

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. (Q.S. Yaasiin : 82)

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia. (Q.S. Al-Baqarah : 117)

2. Penciptaan Nabi ‘Adam AS

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (Q.S. Ali ‘Imran : 59)

3. Mukjizat Kelahiran Nabi ‘Isa AS tanpa seorang ayah

Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. (Q.S. Ali ‘Imran : 47)

Jadi tidak ada yang sulit dan tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT, karena Dia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.


Semoga bermanfaat.

Inilah Fungsi dan Manfaat Laut di Al-Quran


Allah SWT menciptakan bumi dengan bagian lautan lebih banyak daripada daratannya. Ini membuktikan begitu istimewanya laut dan pentingnya laut. Kita mengetahui bahwa banyak orang yang menjadikan laut sebagai penghasilan utama dan tambahan untuk hidupnya, sehingga tidak salah jika kita katakan laut memiliki fungsi dan manfaat yang begitu besar bagi makhluk Allah SWT di muka bumi ini. Di dalam Al-Quran Allah SWT menjelaskan beberapa manfaat laut. Sebagaimana firman-Nya :

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. (Q.S. An-Nahl : 14)

Di ayat tersebut Allah SWT menjelaskan banyak manfaat laut, seperti dapat mengambil ikan-ikan ataupun hewan lainnya untuk dikonsumsi ataupun dijual, kemudian kita juga dapat memanfaatkan laut untuk menghasilkan mutiara dari kerang ataupun tiram sehingga bisa dijual dan dipakai untuk perhiasan, kemudian laut juga merupakan tempat berlayarnya bahtera dan kapal-kapal sehingga dapat menjadi objek wisata ataupun dapat menangkap hasil laut dari kapal-kapal tersebut. Di akhir ayat Allah SWT menjelaskan bahwasannya itu semua adalah karunia-Nya dan agar kita bersyukur untuk itu, jangan sampai kita menjadi lupa kepada Allah SWT dan kufur kepada-Nya.

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (Q.S. Al-Baqarah : 152)

Jadi sebenarnya semua yang Allah SWT ciptakan di langit dan di bumi ini memiliki tujuan dan alasan yang benar tetapi kebanyakan dari kita tidak mengetahuinya.

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Q.S. Ad-Dukhaan : 38-39)

Maka dari itu kita harus bersyukur kepada Allah SWT dan jangan pernah mengingkari nikmat-Nya.


Semoga bermanfaat.

Urutan Manusia Dari Awal Sampai Akhir


Kita diciptakan oleh Allah SWT dengan banyak proses, misalnya dari bayi menuju remaja kemudian menuju dewasa sampai kita mati. Jadi kita itu tidak langsung tiba-tiba anak-anak dan kemudian tiba-tiba dewasa. Tetapi semuanya itu ada prosesnya dan tingkatan-tingkatannya, sebagaimana firman Allah SWT :

sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan), (Q.S. Al-Insyiqaaq : 19)

Dan tingkatan-tingkatan tersebut dijelaskan Allah SWT dengan sejelas-jelasnya di dalam Al-Quran, dari awal sampai dengan akhir.

Allah SWT berfirman :
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Q.S. Al-Hajj : 5)

Jadi Allah SWT memulai penciptaan kita dari tanah, dan diperjelas lagi di ayat lain :

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (Q.S. As-Sajdah : 5)

Lalu jadi setetes mani, lalu jadi segumpal darah, dan sebagainya sampai kita mati/wafat yang dijelaskan pada Surah Al-Hajj ayat 5 di atas. Sehingga Allah SWT mencoba menegur kita dengan seruan :

Mengapa mereka tidak mau beriman? (Q.S. Al-Insyiqaaq : 20)

Wahai saudaraku, marilah kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya. Jangan sekali-kali kita berbuat ingkar dan tidak patuh kepada-Nya, karena Dialah Tuhan kita dan Yang telah menciptakan kita.


Semoga bermanfaat.

Inilah Kenikmatan-Kenikmatan Surga 'Adn


Allah SWT menyediakan banyak kenikmatan di surga-Nya bagi orang-orang yang benar beriman dan taat kepada-Nya. Salah satu surga yang disediakan Allah SWT untuk orang-orang pilihannya adalah Surga ‘Adn. Di Al-Quran Allah SWT banyak membahas dan menceritakan bagaimana kenikmatan-kenikmatan surga ‘Adn ini. Berikut adalah penjelasan Al-Quran

1. Janji Allah SWT kepada orang mukmin laki-laki dan perempuan

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (Q.S. At-Taubah : 72)

2. Balasan bagi hamba Allah SWT yang benar-benar taat kepada-Nya

(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (Q.S. Ar-Ra’d : 23)

3. Balasan bagi orang yang bertakwa

(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (Q.S. An-Nahl : 31)

4. Kenikmatan berada di surga ‘Adn

Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah; (Q.S. Al-Kahfi : 31)

5. Surga ‘Adn itu memang janji Allah SWT

yaitu syurga 'Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun (syurga itu) tidak nampak. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati. (Q.S. Maryam : 61)

6. Balasan bagi orang-orang yang bersih dari kesesatan dan kemaksiatan

(yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan). (Q.S. Thaahaa : 76)

7. Perhiasan dan pakaian di Surga ‘Adn

(Bagi mereka) syurga 'Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera. (Q.S. Faathir : 33)

8. Keberuntungan yang besar

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (Q.S. Ash-Shaaff : 12)

9. Balasan bagi orang yang takut kepada Allah SWT

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Bayyinah : 8)

10. Tempat kembali yang baik

(yaitu) syurga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. (Q.S. Shaad : 50-53)

Begitu nikmatnya berada di Surga ‘Adn ini, maka dari itu mari kita persiapkan bekal yang sebaik-baiknya untuk mendapatkan surganya Allah SWT.


Semoga bermanfaat.

Apa Sebenarnya Pohon Zaqqum Itu? Berikut Penjelasannya


Kita menjumpai beberapa ayat Al-Quran yang menyebut dan membahas tentang pohon Zaqqum. Lalu sebenarnya apa itu pohon Zaqqum sehingga Al-Quran menyebutnya untuk beberapa kali di beberapa surah. Lihatlah bagaimana Allah SWT menggambarkan bagaimana pohon zaqqum itu di Al-Quran.

Sesungguhnya dia (pohon Zaqqum) adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. (Q.S. Ash-Shaaffaat : 64-65)

Pohon ini adalah makanan bagi orang-orang yang berdosa di neraka. Sebagaimana firman-Nya :

Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Q.S. Ad-Dukhaan : 43-44)

Pohon ini dijadikan Allah SWT sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim dan ingkar kepada Allah SWT dan Rasul-Nya

Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. (Q.S. Ash-Shaaffaat : 63)

Allah SWT juga menamai pohon ini dengan nama “pohon kayu yang terkutuk”

Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia." Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. (Q.S. Al-Israa’ : 60)

Dan inilah siksaan Allah SWT bagi para pemakan buah dari pohon Zaqqum ini

Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim. (Q.S. Ash-Shaaffaat : 66-68)

Tidak hanya itu, Al-Quran juga menjelaskan siksaan lainnya

Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan." (Q.S. Al-Waaqi’ah : 51-56)

Mari kita persiapkan diri kita untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita di hadapan Allah SWT kelak.


Semoga bermanfaat.

Anjuran Mengucapkan "Insya Allah" di Al-Quran




Allah SWT adalah Dzat Yang Menentukan Segala Sesuatu yang terjadi di dunia ini, Dialah Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maka dari itu kita tidak bisa memastikan besok kita akan hidup atau memastikan sesuatu yang kita rencakan ke depannya. Maka dari itu kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengucapkan “Insya Allah” yang berarti jika Allah menghendaki. Al-Quran menyebut beberapa kali kalimat ini sehingga menunjukkan begitu pentingnya kita mengucapkan Insya Allah ini. Bahkan para nabi pun mengucapkan Insya Allah, karena segala sesuatu akan terjadi dengan izin-Nya. Berikut adalah penjelasan Al-Quran mengenai “Insya Allah”.

1. Anjuran mengucapkan Insya Allah

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini." (Q.S. Al-Kahfi : 23-24)

2. Allah SWT sendiri yang mengajarkan kepada kita untuk mengucapkan Insya Allah

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (Q.S. Al-Fath : 27)

3. Kaum Nabi Musa AS mengucapkan mengucapkan Insya Allah

Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)." (Q.S. Al-Baqarah : 70)

4. Nabi Yusuf AS mengucapkan Insya Allah

Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman." (Q.S. Yusuf : 99)

5. Nabi Musa AS mengucapkan Insya Allah

Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun." (Q.S. Al-Kahfi : 69)

6. Nabi Syu’aib AS mengucapkan Insya Allah

Berkatalah dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang- orang yang baik." (Q.S. Al-Qashash : 27)

7. Nabi Isma’il AS mengucapkan Insya Allah

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (Q.S. Ash-Shaaffaat : 102)

Jadi mengucapkan Insya Allah itu sangat dianjurkan karena ini perintah Allah SWT di dalam Al-Quran, bahkan Dia memberi contoh dengan ucapan beberapa nabi.


Semoga bermanfaat.

Siapakah Tuhan Kamu? Ini Jawaban Al-Quran


Siapakah Tuhanmu? Al-Quran menjawabnya dengan begitu sederhana.

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (Q.S. Yunus : 3)

Apakah masih kurang jelas? Tuhan kita itu adalah Dia yang menciptakan kita dari kita tidak ada menjadi ada seperti sekarang

Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? (Q.S. Az-Zumar : 6)

Belum sampai di situ, Al-Quran menjelaskan bahwa tuhan kita itu adalah tuhan yang tidak akan binasa alias tuhan yang tidak akan mati

Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Q.S. Al-Qashash : 88)

Tuhan kita adalah Allah SWT. Lalu siapakah Allah itu?

Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-Mu’min : 64)

Allah itu Yang menciptakan langit dan bumi, mengatur segala isi bumi, Tuhan semesta alam

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-A’raaf : 54)

Jadi jikalau kita sudah tau bahwasannya tuhan kita semua adalah Allah SWT, maka apa yang kita lakukan?

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu. (Q.S. Muhammad : 33)

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia). (Q.S. An-Najm : 62)

Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (Q.S. Al-Mu’min : 65)

Mari kita sembah Allah SWT, dengan tidak menyekutukan-Nya, taat kepada-Nya, senantiasa berada di jalan-Nya, dan semoga kita berjumpa dengan-Nya di kemudian hari kelak.


Semoga bermanfaat.