Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Buah Zaitun



Jikalau kita membaca Surah At-Tiin maka kita pasti akan menjumpai dan menemukan lafadz zaitun, tepatnya di ayat pertama. Sebagai menambah wawasan, bahwa pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik. Tahukah kamu ternyata zaitun juga beberapa kali disebutkan Allah SWT di dalam Al-Quran. Maka dari itu dapat kita simpulkan bahwa zaitun ini adalah salah satu buah yang istimewa dan memiliki banyak manfaat sehingga Allah SWT menyebutnya beberapa kali di Al-Quran. Kali ini Ilmu Dari Al-Quran akan membahas tentang ayat-ayat Al-Quran tentang buah zaitun.

1. Surah At-Tiin ayat 1
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

2. Surah An-Nuur ayat 35
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.  

3. Surah Al-An’aam ayat 99
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

4. Surah Al-An’aam : 141
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

5. Surah An-Nahl ayat 11
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

6. Surah Al-Mu’minuun ayat 20
dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan.

7. Surah ‘Abasa ayat 29
zaitun dan kurma,


Semoga kajian singkat ini bermanfaat bagi kita semua.

Segala Sesuatu Yang Kita Lakukan Akan Dibalas Allah SWT


Wahai saudaraku semuanya, sudah menjadi kewajiban dan keharusan bagi kita untuk senantiasa taat dan patuh kepada Allah SWT. Kita harus selalu meningkatkan amal dan ibadah kita, dan juga memperhatikan segala perbuatan kita, karena itu semua akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah SWT.

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, (Q.S. Al-Muddatstsir : 38)

Ingatlah salah satu nasehat penting dari hamba Allah Luqmanul Hakim yang diabadikan di  dalam Al-Quran.

(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Luqman : 16)

Di ayat ini Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa apa saja perbuatan kita meskipun itu seberat ataupun sebesar biji sawi, maka Allah SWT akan membalasnya dengan seadil-adilnya.

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? (Q.S. At-Tiin : 8)

Dan yang perlu diingat adalah Allah SWT tidak luput dari apapun perbuatan kita itu

… Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).  (Q.S. Yunus : 61)

Maka dari itu berwaspadalah, tetap berada di jalan Allah SWT, mentaati perintah-Nya dan Rasul-Nya dan menjauhi dari apa-apa yang dilarang. Dan cukuplah 2 ayat di bawah ini menjadi renungan bagi kita.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (Q.S. Az-Zalzalah : 7-8)


Semoga bermanfaat.

Hanya Allah SWT Yang Tahu Kapan Hari Kiamat Akan Datang


Sekitar beberapa tahun yang lalu, ada sebagian orang yang memprediksi bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012 tepatnya pada bulan Desember. Mereka kebanyakan mempercayainya dari prediksi yang dikutip dari kalender suku Maya yang mengatakan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2012. Tapi sekarang apa buktinya? Semua ramalan dan prediksi itu, hanyalah isapan jempol belaka alias tidak terbukti. Beginilah jikalau rayuan dan godaan syetan sudah merasuki ke dalam pikiran dan kepercayaan manusia, padahal Allah SWT sudah banyak mengingatkan kita.

yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka. (Q.S. Al-Hajj : 4)

 Ketahuilah bahwa kapan hari kiamat itu terjadi hanya Allah SWT saja yang tahu. Para malaikat, nabi, rasul, manusia, jin dan semuanya tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT saja.

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Q.S. Al-A’raaf : 187)

Semua pengetahuan tentang kiamat, hanya Allah SWT Yang paling mengetahuinya

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.  (Q.S. Luqman : 34)

Jadi, tugas kita saat ini hanyalah menambah dan memperbanyak amal dan kebaikan kita. Karena itu yang bisa menyelamatkan kita di hari kemudian kelak. Jangan pernah bosan beramal dan jangan pernah lelah untuk berbuat baik.


Semoga bermanfaat.

Fir'aun Membunuh Anak Laki-Laki dan Membiarkan Anak Perempuan


Hampir semua orang jikalau mendengar Fir’aun pasti teringat kepada kisah Nabi Musa AS, sebenarnya Fir’aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir purbakala. Sedangkan menurut sejarah, Fir'aun di masa Nabi Musa AS adalah Menephthah (1232-1224 SM) yaitu anak dari Ramses. Rata-rata semua orang di dunia ini jikalau kita tanya bagaimanaFfir’aun ini dan para pengikutnya akan menjawab bahwa Fir’aun adalah orang yang jahat, sombong, mengaku tuhan, dan hamper tidak ada sisi baiknya. Bahkan ada orang yang memberi julukan bagi seseorang yang sangat jahat dengan mengatakan bahwa dia seperti Fir’aun. Memang tidak salah jikalau mengatakan dia memiliki sifat dan watak yang sangat tidak bagus, untuk itu Ilmu Dari Al-Quran ingin memberikan pembahasan singkat tentang kedurhakaan Fir’aun yang menyuruh pengikutnya untuk membunuh setiap anak laki-laki yang lahir dan membiarkan anak perempuan tetap hidup.

Allah SWT menjelaskan bahwa itu adalah tindakan yang melampaui batas dan orang yang berbuat kerusakan.

Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Qashash : 4)

Suatu ketika Fir'aun bermimpi seorang bayi laki-laki naik ke tempat tidurnya dan memakai mahkotanya, maka setelah terbangun ia memanggil semua ahli tafsir mimpinya untuk menakwilkan mimpi tersebut. Semua ahli tafsir mimpinya sepakat bahwa makna mimpi itu adalah akan lahir seorang bayi laki-laki yang akan menghancurkan Fir'aun dan kerajaannya.

Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir'aun (kepada Fir'aun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?." Fir'aun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka." (Q.S. Al-A’raaf : 127)

Lalu bagaimana Nabi Musa bisa hidup alias lolos dari pembunuhan Fir’aun?

Mendengar berita itu, ibunda nabi Musa AS yaitu Yukabad pun menjadi takut jikalau anaknya yang baru lahir itu akan dibunuh oleh Fir’aun, maka Allah SWT mewahyukan kepada ibunda Nabi Musa AS untuk menghanyutkan beliau di Sungai Nil

yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan, Yaitu: "Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku, (Q.S. Thaahaa : 38-39)

Dan selanjutnya bayi Musa AS pun ditemui oleh Asiyah istrinya Fir’aun dan meminta kepada Fir’aun untuk mengizinkannya merawatnya

Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari. (Q.S. Al-Qashash : 9)

Dan pada akhirnya Nabi Musa AS pun tumbuh menjadi pemuda yang cerdas, pemberani, hebat dan suka membela kaum yang lemah dan tertindas, bahkan dia menentang Fir’aun dan pengikutnya yang telah bertindak sewenang-wenang di muka bumi

Maka dari itu, Allah SWT mengingatkan kepada Bani Israil akan nikmat-Nya karena telah menyelamatkan mereka dari kekejaman dan kedurhakaan Fir’aun

Dan (ingatlah hai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhanmu." (Q.S. Al-A’raaf : 141)


Semoga kajian singkat ini bermanfaat.

Al-Quran Berikan Cara Mencegah Perbuatan Dosa


Di dalam Al-Quran, Allah SWT banyak memberikan kita metode ataupun cara bagaimana agar kita tidak melakukan perbuatan dosa. Berikut adalah di antaranya.

1. Perbanyak mengingat Allah SWT
Dengan mengingat Allah SWT kita tidak akan terfikir hal lainnya yang bisa melupakan kita dari Allah SWT apalagi untuk melakukan dosa, kita tidak akan terfikirkan untuk melakukan dosa karena fikiran kita hanya ada Allah SWT dan hal-hal positif lainnya. Mengingat Allah SWT bisa dengan berdzikir, istighfar, bertakbir, bertasbih, bertahmid, sholat, membaca Al-Quran dan ibadah yang lainnya.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. Ar-Ra’d : 28)

2. Melakukan sholat dengan baik dan benar
Kalau kita mengerjakan sholat dengan baik dan benar, maka mustahil bagi kita untuk melakukan suatu perbuatan keji ataupun dosa. Tapi jikalau sholat kita ada yang kurang atau banyak salahnya maka tidak menutup kemungkinan kita bisa mengerjakan perbuatan dosa.

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-‘Ankabuut : 45)

3. Perbanyak mengingat kematian
Setiap jiwa ataupun manusia yang selalu mengingat kematiannya, dia akan memikirkan hal-hal positif dan memperbanyak amal serta ibadahnya. Dia tidak akan mau berbuat dosa meskipun itu hal kecil, karena dia tau bahwasannya dia akan mati dan setiap yang dia lakukan akan dimintai pertanggung jawaban

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Q.S. Al-‘Ankabuut : 57)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (Q.S. Al-Muddatstsir : 38)

4. Menyadari bahwa itu adalah godaan syetan
Syetan tidak pernah kehabisan cara untuk menggoda dan menggoda manusia agar terjerumus dalam perbuatan dosa. Syetan memiliki lebih dari 1001 cara untuk menyesatkan manusia agar lalai dalam mengingat Allah SWT dan ingin menjadikan manusia sebagai temannya di Neraka kelak.

Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Az-Zukhruf : 62)

Itu tadi adalah beberapa tips dan cara Al-Quran agar kita tidak melakukan perbuatan dosa sehingga kita dapat mencegahnya sampai selama-lamanya. Mari kita hindari perbuatan dosa dan tetap di jalan Allah SWT.


Semoga bermanfaat.

Kesombongan dan Kedurhakaan Iblis Kepada Allah SWT


Ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam AS, Allah SWT menyuruh para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam AS sebagai bentuk penghormatan kepadanya, bukan sebagai ibadah. Tetapi di antara para malaikat dan iblis, hanya iblis lah yang tidak mau bersujud kepada Nabi Adam AS. Kenapa dia tidak mau bersujud? Alasannya adalah kesombongannya.

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" (Q.S. Al-Israa’ : 61)

Iblis mengaku dia lebih baik dari Adam karena Iblis diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Ini adalah kesombongan pertama yang dilakukan oleh hamba Allah SWT kepada Penciptanya dan tidak patut untuk dicontoh siapapun.

Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (Q.S. Al-A’raaf : 12)

Padahal dahulunya iblis itu adalah makhluk yang begitu mulia bahkan  dia pernah menjadi sayyidul malaikat yang berarti penghulu atau pemimpin para malaikat. Tetapi karena kesombongannya itu yang menyebabkan dia durhaka kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT mengeluarkannya dari surga-Nya.

Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina."  (Q.S. Al-A’raaf : 13)

Maka dari itu saudara-saudariku, jangan pernah kita sombong baik itu kepada sesama manusia bahkan terlebih lagi kepada Allah SWT

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.  (Q.S. Luqman : 18)

Karena yang berhak sombong dan membanggakan diri hanyalah Allah SWT, karena Dialah Yang Maha Sombong dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Semoga bermanfaat.

Al-Quran Mengajarkan Kita Do'a Meminta Keturunan


Ketahuilah bahwasannya Al-Quran adalah sumber dari segala ilmu dan jawaban dari segala pertanyaan. Sehingga tidak ada pertanyaan di hidup ini yang tidak mampu ataupun tidak bisa dijawab oleh Al-Quran. Kenapa? Karena Allah SWT adalah Maha Mengetahui, Maha Pintar, Maha Meliputi Segala Sesuatu.

Al-Quran memberi tahu dan mengajarkan kita beberapa do’a yang bisa digunakan ataupun dipakai untuk meminta keturunan/anak kepada Allah SWT.

Do’a Nabi Zakariyya AS

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (Q.S. Ali ‘Imran : 38)

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 89)

Do’a Nabi Ibrahim AS

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (Q.S. Ash-Shaaffaat : 100)

Do’a lainnya

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur." (Q.S. Al-A’raaf : 189)

Jadi kita bisa menggunakan beberapa do’a di atas untuk berdo’a kepada Allah SWT sebagai bentuk ikhtiar dan usaha kita untuk mendapat keturunan, tetapi tetap saja segala keputusan ada di tangan Allah SWT

atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (Q.S. Asy-Syuura : 50)

Yang terpenting adalah kita tetap berdo’a dan berikhtiar kepada Allah SWT, sisanya kita serahkan keputusannya kepada Allah Yang Maha Kuasa.


Semoga bermanfaat.

Istri-Istri Nabi Ini Dimasukkan Allah SWT ke Dalam Neraka


Di dalam Al-Quranul Karim Allah SWT menceritakan dua orang Nabi yang mana istrinya dimasukkan ke dalam neraka oleh Allah SWT. Mereka adalah istri dari Nabi Nuh AS dan istri dari Nabi Luth AS. Istri-Istri ini diazab oleh Allah SWT karena kedurhakaan mereka kepada Allah SWT dan suami-suami mereka.

Bahkan kedua istri ini dikisahkan dalam satu ayat, berikut adalah ayatnya.

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)." (Q.S. At-Tahrim : 10)

Nabi Nuh AS yang telah berdakwah kepada kaumnya kurang lebih 950 tahun hanya mendapati sedikit saja orang-orang yang beriman dan kebanyakan ingkar kepada risalah yang dibawanya bahkan termasuk istrinya.

Sedangkan istri Nabi Luth AS juga durhaka kepada Allah SWT dan tidak patuh kepada risalah yang dibawa oleh Nabi Luth AS, sehingga ketika azab ditimpakan kepada kaum Nabi Luth AS maka Allah SWT menyelamatkan Rasul-Nya dan keluarganya kecuali istrinya. Sebagaimana firman-Nya :

Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali isterinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (Q.S. An-Naml : 57)

Kesimpulannya adalah, bukan berarti suami kita ataupun istri kita adalah hamba yang saleh dan taat kepada Allah SWT maka dapat berpengaruh terhadap pasangannya, bisa saja salah satu di antara keduanya durhaka kepada Allah SWT. Tapi kewajiban bagi pasangan yang saleh tadi adalah mengajak dan mengingatkan kepada pasangannya satu sama lain untuk tetap dan kembali ke jalan Allah SWT. Sisanya serahkan saja keputusan di tangan Allah SWT, apakah Dia mengubah sikap pasangan tersebut ataupun tidak, yang terpenting adalah sudah saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran.


Semoga bermanfaat.

Allah SWT Yang Menurunkan Al-Quran dan Dia Pula Penjaganya


Tidak diragukan lagi bahwasannya Al-Quran adalah satu-satunya kitab suci di dunia ini yang masih dijamin kesuciannya dan keberanannya, Al-Quran adalah kitab yang paling unggul karena menyempurnakan ajaran di kitab-kitab sebelumnya dan diturunkan untuk peringatan bagi seluruh manusia.

Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Quran) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.  (Q.S. Faathir : 31)

Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.  (Q.S. Al-Qalam : 52)

Dan Al-Quran adalah kitab satu-satunya yang mana Allah SWT sendiri yang menjaganya, sehingga tetap terjamin kesucian dan kemurniannya untuk selama-lamanya.

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Q.S. Al-Hijr : 9)

Mari saudara-saudaraku, kita rajin-rajin membaca Al-Quran, menghafalnya, mentadabburkannya, mengajarkannya kepada orang lain dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat.

Ayat-Ayat Tentang Buah Kurma di Al-Quran


Kurma adalah buah yang sangat manis, memiliki banyak manfaat, dapat menyembuhkan beberapa penyakit, dapat mencegah banyak penyakit dan masih banyak lagi yang lainnya. Kurma juga adalah salah satu makanan dan buah favorit kesukaan Rasulullah SAW, bahkan memakannya sebagai hidangan berbuka puasa merupakan sunnah dari Rasulullah SAW. Di dalam Al-Quran, Allah SWT banyak menyebutkan tentang kurma.

1. Surah Maryam ayat 25
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,

2. Surah Al-Hasyr ayat 5
Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.

3. Surah Al-Baqarah ayat 266
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya

4. Surah Maryam ayat 23
Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan."

5. Surah Thaahaa ayat 71
Berkata Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya."

6. Surah Al-Mu’minuun ayat 19
Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan,

7. Surah Yaasiin ayat 34
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

8. Surah Qaaf ayat 10
dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun,

9. Surah Ar-Rahmaan ayat 11
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

10. Surah Ar-Rahmaan ayat 68
Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.

11. Surah Al-Haaqqah ayat 7
yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).

12. Surah ‘Abasa ayat 29
zaitun dan kurma,

13. Surah Al-An’aam ayat 99
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

14. Surah Al-An’aam ayat 141
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

15. Surah Ar-Ra’d ayat 4
Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

16. Surah An-Nahl ayat 11
Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

17. Surah An-Nahl ayat 67
Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.

18. Surah Al-Israa’ ayat 91
atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya,

19. Surah Al-Kahfi ayat 32
Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.

20. Surah Asy-Syu’araa’ ayat 148
dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut.

21. Surah Al-Qamar ayat 20

yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang.

Jadi dari 21 ayat di atas dapat kita tarik kesimpulan begitu istimewanya pohon ataupun buah kurma ini. Semoga menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

Nabi Muhammad SAW Adalah Tokoh Yang Paling Berpengaruh Di Dunia


Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.

Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.

Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.

Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.

Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.

Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.

Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.
Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.

Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.

Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.

Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.

Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan

Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.

Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.


Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
PT. Dunia Pustaka Jaya
Jln. Kramat II, No. 31A
Jakarta Pusat

Ternyata Mengatakan Ah Kepada Orang Tua Adalah Suatu Dosa


Di banyak ayat Al-Quran, Allah SWT memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, jangan melawan terhadap keduanya bahkan kita dilarang walaupun sekedar berkata “ah” kepada orang tua kita.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Q.S. Al-Israa’ : 23)

Ketahuilah, bahwa kedua orang tua kita yang telah merawat kita dari kecil sampai sekarang, terutama seorang ibu.

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah : 233)

Bayangkan ibu yang telah rela mempertaruhkan jiwa dan nyawanya agar kita hidup, lalu kita melawannya dan memarahinya. Tegakah kita melakukan itu saudaraku?

Maka dari itu, mari kita taati dan berbuat baik kepada orang tua kita, mari kita mengajak keluarga kita untuk senantiasa berada di jalan Allah SWT.


Semoga bermanfaat.

Hati-Hatilah, Pemboros Adalah Saudaranya Syetan


Pemboros itu adalah suatu hal yang buruk, kita setuju dengan hal itu. Sikap pemborosan itu menimbulkan banyak masalah dan menimbulkan dampak yang buruk. Dengan pemborosan, kita menyia-nyiakan harta yang diberikan Allah SWT, kita melupakan nikmat-nikmat Allah SWT, sehingga pada akhirnya Allah SWT menjatuhkan murka-Nya kepada kita. Ketahuilah saudaraku, bahwasannya pemboros itu adalah saudaranya syetan.

Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Q.S. Al-Israa’ : 27)

Di ayat tersebut dengan kata lain menjelaskan bahwa jikalau kita pemboros, maka kita apa bedanya kita dengan syetan yang sangat ingkar kepada Allah SWT?

Lihatlah bagaimana Allah SWT menggambarkan syetan di Al-Quran

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (Q.S. Faathir : 6)

Syetan itu hanya menggoda, menggoda dan menggoda saja kerjaannya. Dia memiliki 1001 cara untuk menggoda hamba-hamba Allah SWT agar tersebut dari jalan-Nya, maka dari itu jangan sekali-kali kita ikuti keinginan mereka karena mereka hanya ingin membuat kita menjadi temannya di neraka kelak. Meskipun godaan dan tipuan syetan itu begitu indah, ingatlah satu hal saudaraku. Bahwasannya Allah SWT memiliki hal yang lebih besar daripada itu, ikutilah Allah dan Rasul-Nya dan jauhi syetan dan koloni-koloninya.


Semoga bermanfaat.

Allah SWT Adalah Yang Paling Tahu Tentang Kita


Allah adalah Dzat Yang Telah Menciptakan kita dari tidak ada menjadi ada seperti sekarang

Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). (Q.S. Al-Mu’min : 67)

Maka dari itu, Allah SWT tahu persis bagaimana keadaan kita, bagaimana kita, dan apapun tentang kita.

Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Dia akan memberi rahmat kepadamu jika Dia menghendaki dan Dia akan meng'azabmu, jika Dia menghendaki. Dan, Kami tidaklah mengutusmu untuk menjadi penjaga bagi mereka. (Q.S. Al-Israa’ : 54)

Jadi saudaraku, mari kita memohon dan selalu meminta kepada Tuhan yang paling mengerti kita, Dzat yang paling mengerti bagaimana kondisi kita niscaya Dia akan menjawab semua permasalahan kita.


Semoga bermanfaat.

Ayat-Ayat Tentang Ya'juj dan Ma'juj di Al-Quran


Ya'juj dan Ma'juj ialah dua bangsa yang membuat kerusakan di muka bumi, sebagai yang telah dilakukan oleh bangsa Tartar dan Mongol. Di dalam Al-Quran membahas Ya’juj dan Ma’juj secara ringkas dan singkat.

Allah SWT berfirman :

Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (Q.S. Al-Kahfi : 94)

Berbicara tentang Ya’juj dan Ma’juj maka kita juga berbicara tentang Dzulkarnain, yaitu orang saleh yang diberi perintah oleh Allah SWT untuk membuat tembok ataupun dinding agar Ya’juj dan Ma’juj tidak bisa keluar dari tempatnya.

Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, (Q.S. Al-Kahfi : 95)

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. (Q.S. Al-Kahfi : 97)

Tetapi, apabila janji Allah SWT telah datang, maka Allah SWT akan menghancurkan dinding tersebut

Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar." (Q.S. Al-Kahfi : 98)

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (Q.S. Al-Anbiyaa’ : 96)

Maka dari itu saudara-saudariku, mari kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan senantiasa taat dan patuh kepada-Nya.


Semoga bermanfaat.

Ini Dia Tujuan-Tujuan Diturunkannya Al-Quran


Al-Quran adalah petunjuk bagi manusia, pembeda antara yang hak dan yang batil beserta penjelasannya.

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)… (Q.S. Al-Baqarah : 185)

Al-Quran diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan beberapa tujuan.

Allah SWT berfirman :

(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (Q.S. Ibrahim : 52)

Di ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwa Al-Quran adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, sebagai pemberi peringatan, sebagai penjelas bahwasannya Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan sebagai pelajaran bagi kita.

Untuk itu, mari kita senantiasa membaca Al-Quran, mempelajarinya, memaknai isinya, mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.


Semoga bermanfaat.

Ini Tujuan Allah SWT Menciptakan Berpasang-Pasangan


Di dalam Al-Quran Allah SWT menjelaskan kepada kita bahwasannya Dia telah menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan

Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. (Q.S. Az-Zukhruf : 12)

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (Q.S. Yaasiin : 36)

Lalu apa sebenarnya tujuan Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan?

Allah SWT berfirman :

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (Q.S. Adz-Dzaariyaat : 49)

Jadi Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan adalah agar kita mengingat kebesaran-Nya.

Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya. (Q.S. Al-Hadiid : 17)

Mari kita perbanyak mengingat nikmat-nikmat Allah SWT, kebesaran-Nya, kekuasaan-Nya agar keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya semakin bertambah.


Semoga bermanfaat.

Kenapa Kaum Nabi Luth AS Dikatakan Menolak Para Nabi?


Beberapa kali kita jumpai ayat Al-Quran tentang kisah Nabi Luth AS bersama kaumnya yang durhaka.

Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 160)

Di ayat tersebut Allah SWT menjelaskan bahwasannya Kaum Nabi Luth AS telah mendustakan para rasul-rasul Allah SWT. Banyak mungkin di antara kita yang sedikit janggal atau kelihatan aneh ketika melihat ayat ini. Kenapa? Mereka bertanya-tanya kepada kaum Nabi Luth AS mendustai para rasul sedangkan yang datang kepada mereka hanyalah seorang rasul? Jawabannya adalah bahwasannya semua ajaran para nabi dan rasul Allah SWT adalah sama, yaitu mentauhidkan dan menyembah Allah SWT semata. Baik itu di zaman Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Ibrahim dan sampai kepada Nabi Muhammad SAW ajaran mereka tetap sama, yaitu mentauhidkan Allah SWT. Hanya saja mungkin dalam peribadatan sedikit berbeda. Ajaran semua nabi dan rasul adalah sama, sehingga jikalau kaum Nabi Luth AS mendustakan Nabi Luth AS maka sama dengan kaumnya mendustakan rasul-rasul yang lain.

Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (Q.S. An-Nisaa’ : 163)

Ternyata bukan hanya umat Nabi Luth AS yang mendustakan para rasul, tetapi semua umat yang mendustakan rasul mereka maka sama saja mereka mendustakan semua rasul Allah SWT. Sebagai contohnya Allah SWT jelaskan di dalam Al-Quran

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 105)

Kaum 'Aad telah mendustakan para rasul. (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 123)

Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 141)

Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; (Q.S. Asy-Syu’araa’ : 176)


Semoga kajian ini bermanfaat.

Ternyata Waktu-Waktu Sholat Dijelaskan di Al-Quran


Ada orang yang bertanya, “Al-Quran tidak pernah menjelaskan waktu-waktu sholat lima waktu, bahkan tidak pernah disebut di sana bahwasannya Allah SWT memerintahkan sholat subuh, dzuhur dan lainnya.” Sesungguhnya yang berkata demikian karena ilmunya yang kurang dan pengetahuannya yang masih minim tentang Al-Quran. Al-Quran sebagai kitab yang menjelaskan segala sesuatu tentu saja menjelaskan sholat lima waktu dan waktu-waktu pengerjaannya. Apalagi sholat ini adalah ibadah yang bisa kita katakan sangat pokok, karena perkara sholat adalah perkara yang pertama-tama ditanyakan di alam kubur nanti.

Allah SWT berfirman :

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S. Al-Israa’ : 78)

Ayat ini menerangkan waktu-waktu shalat yang lima. Tergelincir matahari untuk waktu shalat Zhuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib dan Isya.

Dan diperjelas di ayat-ayat yang lain,

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh, dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur. (Q.S. Ar-Ruum : 17-18)

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa (‘Ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. (Q.S. Al-Baqarah : 238)

Jadi, semua waktu-waktu sholat yang lima itu telah dijelaskan Al-Quran. Dan marilah kita jaga waktu-waktu sholat itu dengan mengerjakannya tepat waktu dan jangan sekali-kali meninggalkannya.


Semoga bermanfaat.

Dialah Allah Yang Awal dan Yang Akhir


Di antara nama-nama Allah SWT yang indah (Asmaul Husna) Dia memiliki nama Yang Awal dan Yang Akhir. Sebagaimana firman-Nya :

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Hadiid : 3)

Yang dimaksud Yang Awal ialah, yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, Yang Akhirialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah.

Ibnul Qayyim menjelaskan bahwasanya Keawal Allah SWT mendahului keawalan segala sesuatu dan keakhiran-Nya tetap setelah keakhiran segala sesuatu. Sehingga makna keawalan-Nya adalah kedahuluan-Nya atas segala sesuatu dan makna keakhiran-Nya adalah kekekalan-Nya setelah segala sesuatu.

Maka dari itu tiada sesuatu yang mendahului-Nya dan tiada sesuatu yang akhir melainkan Allah SWT setelahnya. Jadi Al-Awwal artinya kedahuluan-Nya dan Al-Akhir artinya keabadian-Nya.


Semoga kajian singkat ini bermanfaat.

Sekilas Tentang Kehidupan Dunia Menurut Al-Quran


Allah SWT sering menyebut tentang kehidupan dunia di dalam Al-Quran, Dia menjelaskan bahwasannya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka.

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Q.S. Muhammad : 36)

Maka dari itu jangan sekali-kali kita terlalu cinta dengan kehidupan dunia ini, yang mana kesenangannya tidak seberapa dibandingkan kesenangan di akhirat nanti.

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (Q.S. Ar-Ra’d : 26)

Allah SWT pun menyebut kehidupan dunia itu sebagai permainan belaka, suatu yang melalaikan dan hanya kesenangan yang menipu. Kenapa? Karena dunia itu tidak bersifat kekal, kesenangan yang bersifat sementara karena suatu saat nanti kita akan mati.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Q.S. Al-Hadiid : 20)

Ketahuilah, bahwasannya akhirat lah sebenar-benarnya kehidupan yaitu kehidupan yang kekal dan abadi

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Q.S. Al-‘Ankabuut : 64)

Maka dari itu marilah kita jangan terlalu cinta kepada dunia ini karena pada waktunya nanti kita akan meninggalkannya. Utamakanlah kehidupan akhirat daripada dunia, tetapi jangan lupakan kesenangan dan bagianmu di akhirat. Taatlah kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, maka kita akan dapatkan kesenangan dunia dan akhirat.


Semoga bermanfaat.

Inilah Surah Yang Terdapat Dua Ayat Sajdah


Ayat sajdah adalah ayat-ayat yang mana jika kita mendengarkannya ataupun membacanya maka sangat dianjurkan bagi kita untuk melakukan sujud. Di dalam Al-Quran terdapat lima belas (15) ayat sajdah. Ada salah satu yang unik dengan ayat sajdah, yaitu ada satu surat di mana terdapat dua ayat sajdah. Surat apakah itu? Dialah surat Al-Hajj, yaitu surat yang ke-22 dan terdiri dari 78 ayat.

Menurut Al Ghaznawi, surat Al Hajj termasuk di antara surat- surat yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

2 ayat sajdah itu adalah ayat ke 18 dan ayat ke 77.

Allah SWT berfirman :

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (Q.S. Al-Hajj : 18)

Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (Q.S. Al-Hajj : 77)


Semoga kajian singkat ini bermanfaat.